semua tentang indonesia dan jepang

2017年10月19日木曜日

Palau, Negara Tetangga Yang Berbahasa Jepang

21:03:00
Mungkin ada yang baru mendengar pulau ini?
Letak geografis Indonesia sangat strategis. Sebab, Indonesia terletak diapit oleh dua samudra dan dua benua. Di antaranya Samudra Hindia, dan Samudra Pasifik, serta Benua Asia dan Benua Australia. Tidak hanya itu, Indonesia juga berbatasan langsung, atau bertetangga dengan sejumlah negara lainnya. Di antaranya Malaysia, Singapura, Filipina, Papua Nugini, dan Australia.
Namun, tidak banyak yang tahu, sebenarnya belakangan masih ada satu negara lagi yang juga berbatasan langsung dengan Indonesia.Negara itu memang masih belum banyak yang mengenalnya. Alasannya, karena usianya yang masih relatif muda, dan wilayahnya terbilang kecil. Negara tersebut merdeka pada 1 Oktober 1994. Negara itu adalah Republik Palau. Wilayah Republik Palau memang sangat kecil, yaitu sekitar 459 kilometer persegi. Republik Palau atau yang biasa disebut Belau memang berbatasan langsung dengan sejumlah wilayah di Indonesia, karena terletak di Samudra Pasifik.


Republik Palau (Creative Mind)
Di antaranya Provinsi Papua Barat yang hanya berjarak sekitar 200 kilometer di sebelah utara, 255 kilometer sebelah timur Provinsi Maluku Utara, dan 500 kilometer sebelah timur wilayah Provinsi Sulawesi Utara.


Lokasi Republik Palau (Istimewa)
Pada tahun 2015 lalu, penduduk di negara itu hanya sekitar 17.948 jiwa.

Mereka rata-rata menggunakan berbagai bahasa.
Di antaranya Jepang, Sonsorol, dan Tubi.


Bendera Republik Palau (Istimewa)
Mengenai kondisi alamnya, Palau merupakan satu di antara negara yang memiliki pemandangan yang indah. Di antaranya pemandangan yang sangat keren di Rock Island atau batu karang, lalu Danau Jellyfish, dan beberapa lokasi lainnya yang akan memanjakan mata. Republik Palau juga memiliki kekayaan flora dan fauna yang cukup banyak. Bahkan, sebanyak 10 pulau yang ada di negara itu dijadikan lokasi cagar alam




Sumber : Tribunnews

2017年1月27日金曜日

KRIMINOLOGI : Analisa Kasus Perampokan dengan teori sutherland

14:32:00




ANALISA KASUS PERAMPOKAN DENGAN TEORI ASOSIASI YANG BERBEDA BEDA (SUTHERLAND)

   









Di susun oleh
kelompok 2:
RAMA RUHAMA (E.1410540)
ERNA HESTIYANI (E.1410128)
RIDWAN HIDAYAT (E.1411258)
M.SEPTIAN MAULANA (E.............)
NUR MUHAMMAD (E.............)
TONI HARTONO (E.1410039)

Fakultas Hukum Universitas Djuanda Bogor
Semester V

DAFTAR ISI

Halaman Depan.........................................................................................1
Daftar Isi...................................................................................................2
Kata pengantar 3

1.Pendahuluan 4
  a.permasalahan......................................................................................
  b.tujuan penulisan..................................................................................

2.Pembahasan .5
  -Contoh kasus
   -ANALISIS..............................................................................................7

Kesimpulan...........................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................13

























Kata Pengantar

Assalamulaikum, wr wb

 Puji syukur kehadirat tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan Rahmat, inayah, Taufik, dan hinayahnya Sehingga kami  dapat menyelsaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana, semoga makalah ini dapat di pergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembacanya.
Harapan Kami semoga  makalah ini membantu menambah pengetahuan dan wawasan bagi pembacanya dan bisa di gunakan sebagai bahan materi  pembelajaran untuk universitas tempat kami bernaung.

 makalah ini kami akui  masih banyak kekurangan Karena pengalaman yang kami miliki masih kurang. Oleh karena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah  ini .

wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.

                                                                                       

                                                         


                                                 
                                               Bogor,   Januari 2017


                                           

                                                  Penyusun
                                             

                                                                 

                                                                                                             






1.Pendahuluan

  Kejahatan yang berupa perampokan bersenjata dan terorganisir akhir-akhir ini terlihat menjadi semakin marak dan sering terjadi. Sasaran para perampok biasanya bank, toko mas, dealer, rumah kosong dan lain sebagainya yang terlihat bisa memberikan keuntungan yang besar bagi perampokan tersebut.
  Oleh karena itu mengikuti judul makalah ini  sutherland mendefenisikan kejahatan demikian :
 Kejahatan ialah perilaku yang melanggar ketentuan hukum pidana , kejahatan menurut beliau tidak peduli apakah tingkat moralitas dan kesopanan dari suatu
Tindakan tersebut bukan merupakan kejahatan kecuali tidak di larang oleh hukum pidana.

a.Permasalahan

Bagaimana Sutherland menganalisis kasus kejahatan (khususnya perampokan)?
Bagaimana Cara menanggulangi kejahatan ?

b.Tujuan penulisan

Untuk mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi orang melakukan kejahatan dan cara menanggulanginya.
Untuk menganalisis kejahatan menurut teori sutherland.




















2.Pembahasan

Contoh Kasus :

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi meyakini peristiwa yang menimpa Dodi Triono beserta keluarganya adalah perampokan yang disertai dengan pembunuhan. Sebab, dari tangan dua pelaku ditemukan barang-barang yang diduga diambil dari rumah Dodi.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan mengatakan, para pelaku datang ke rumah Dodi pada Senin (26/12/2016)sekitar pukul 14.27 WIB. Para pelaku menenteng senjata mendatangi rumah Dodi di Jalan Pulomas Utara nomor 7A, Jakarta Timur, menggunakan satu mobil dengan pelat nomor palsu.

"Saat itu pintu (rumah Dodi) terbuka karena sopirnya mau pergi," ujar Iriawan di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (28/12/2016).

Iriawan menambahkan, pelaku yang pertama kali masuk adalah Ramlan Butarbutar. Dia menodongkan senjata api kepada sopir tersebut. Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, Ramlan kembali menodongkan pistolnya kepada pembantu di rumah Dodi.

Ia meminta pembantu itu menunjukkan di mana kamar tidur Dodi. Sementara itu ketiga rekan Ramlan, Erwin, Sinaga dan Yuspane ikut masuk ke rumah Dodi.

Mendengar ribut-ribut, putri pertama Dodi, Diona Arika (16) keluar dari kamar yang berada di lantai 2 rumah tersebut. Kemudian salah satu pelaku menghampirinya dan menyeret Diona.

"Diona diseret dari kamar lewat tangga, (lalu) dipukul sama pelaku pakai pistol," ucap dia.

Iriawan menyebut, saat pertama kali para pelaku masuk ke dalam rumah, Dodi sedang tidak berada di tempat. Namun, setelah seisi rumah tersebut dimasukkan ke dalam kamar mandi, sekitar pukul 14.35 WIB, Dodi datang.



Karena tak mampu melawan, akhirnya Dodi ikut dimasukkan pelaku ke kamar mandi. Setelah itu, Ramlan mengunci kamar mandi tersebut dari luar. Dia juga mematahkan gagang pintu dan membuang koncinya.

Selanjutnya, para pelaku menggeledah semua ruangan di rumah Dodi dan membawa barang-barang berharga milik pengusaha properti tersebut. Setelah menggasak barang-barang Dodi, mereka pergi dari lokasi untuk melarikan diri.

"Diperkirakan para korban meninggal di antara pukul 06.00 dan 08.00 WIB (Selasa 27 Desember 2016)," kata Iriawan.
Berdasarkan hasil otopsi, enam korban penyekapan meninggal karena kehabisan oksigen. Seluruh korban baru bisa dikeluarkan dari dalam kamar mandi ukuran 1,5 meter x 1,5 meter persegi itu pada pukul 10.10 WIB, Selasa.

Kasus ini pertama kali terbongkar dari laporan Sheila Putri. Dia merupakan teman salah satu anak Dodi yang bernama Diona Arika (16).

Pada Selasa (27/12/2016), sekitar pukul 09.30 WIB, Sheila memutuskan ke rumah Dodi karena Diona tak bisa dihubungi sejak Senin (26/12/2016) sore. Padahal, keduanya berencana untuk jalan-jalan pada hari Senin itu. 

"Tadi pagi (Sheila) ke sini ternyata enggak ada jawaban dan pintu tidak terkunci. Sampai dia masuk ke dalam, ada rintihan di kamar mandi. Karena cewek, dia takut, berlari, langsung mencari bantuan ke sekuriti," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di lokasi kejadian, Selasa. 

Setelah mengadu ke sekuriti, akhirnya diputuskan untuk melapor ke polisi yang berada di Pos Kayu Putih. Kemudian, polisi menemani Sheila untuk mengecek keadaan di rumah Diona. 

Mendengar ada rintihan di dalam kamar mandi, akhirnya polisi bersama warga mencoba membuka paksa pintu kamar mandi yang terkunci dari luar. Setelah pintu didobrak, polisi bersama warga di lokasi kejadian terkejut saat melihat isi di dalam kamar mandi. 


Dalam kamar mandi itu, terdapat 11 korban dalam kondisi bertumpuk satu sama lainnya. Setelah dievakuasi, lima orang tewas di tempat, sedangkan satu orang lainnya tewas di rumah sakit. 

Adapun kelima korban yang tewas di lokasi adalah Dodi Triono (59), Diona Arika (16) anak pertama Dodi, Dianita Gemma (9) anak ketiga Dodi, Amelia Callista (10) yang merupakan teman dari Dianita, serta Yanto, sopir Dodi. 

Sementara itu, korban yang tewas saat di rumah sakit adalah Tasrok yang juga merupakan sopir Dodi. Adapun korban yang selamat adalah Zanette Kalila (13) anak kedua Dodi, Emi (41), Santi (22), dan Fitriani (23) serta Windy (23), yang merupakan pembantu rumah tangga. 

Saat ini, polisi telah menangkap tiga pelaku. Mereka adalah Ramlan Butarbutar, Erwin Situmorang dan Sinaga. Sementara satu pelaku lainnya bernama Yuspane masih dalam tahap pengejaran. 

Dari tangan Ramlan, polisi menyita barang bukti berupa uang Rp 6,3 juta, jam Rolex warna silver, topi hitam, 2 ponsel Samsung, 1 ponsel Blackberry warna hitam, kunci motor Yamaha, kunci motor Honda, kacamata, jaket, dan kemeja putih gading. 
Sementara itu, dari tangan Erwin, polisi menyita barang bukti berupa uang Rp 3,4 juta, empat lembar uang Thailand, ponsel Nokia warna hitam, ponsel China, STNK Yamaha Jupiter MX bernomor polisi B 6769 EIX atas nama Siti Maria, jaket kulit berwarna hitam, tas warna coklat, dan topi warna abu-abu. 

Dalam kasus ini, polisi menyertakan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan jucto Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dan Pasal 333 KUHP tentang Penyekapan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. 

ANALISIS

Demikian:

Salah satu contoh perampokan bersenjata api yang dapat di tangkap, yang saya kutip dari berita Dari kasus perampokan yang menggunakan senjata api yang terjadi di pulo mas tersebut dapat di ketahui beberapa hal yang menjelaskan tingkah laku yang di pelajari secara normal oleh pelaku kejahatan tersebut yang di jelaskan oleh beberapa dalil-dalil yang di ungkapkan oleh sutherland dalam teori asosiasinya yaitu sebagai berikut:

Dalam kasus perampokan bersenjata tersebut di atas yang terrmasuk dalam diferential asociation atau asosiasi yang berbeda-beda adalah dalil 1,2,3,4,6,7,8,9 dan yang tidak termasuk adalah dalil yang ke-5 dan berikut penjelasannya;

1. Tingkah laku jahat itu di pelajari Dalam kasus perampokan yang tertangkap tersebut dapat di ketahui mereka yang menjadi pelaku dari pada perampokan terseebut, mereka diberikan segala keperluan untuk melancarkan usaha perampokan tersebut yang berarti mereka sudah disiapkan sebelumnya sebagai anggota dari kelompok perampokan, dan arti dalam disiapkan ini mereka para pelaku tidak hanya dilengkapi dengan perlengkapan merampoknya saja tapi mereka para pelaku telah mempunyai pelajaran-pelajaran yang di pelajari untuk merampok bisa dari kepala dari perampoknya dan bisa juga dari pengalaman-pengalaman mereka yang terbukti telah sering melakukan perampokan. Jadi dengan telah di pelajarinya bagaimana cara melakukan aksinya maka mereka akan cepet bereaksi dengan kesempatan yang ada sehingga kejahatan itu dapat dengan mudah tercipta oleh para pelakunya.

2. tingkah laku jahat di pelajari dari suatu interaksi melalui proses komunikasi baik verbal isyarat maupun  sikap. Karena pelaku kejahatan perampokan tersebut merupakan anggota dari kelompok sindikat perampokan yang secara otomatis memiliki seorang pemimpin yang mampu mengorganisir mereka baik antara sesama anggota maupun sistim perencanaannya dan cara kerjanya, dengan ini jelas adanya komunikasi verbal maupun sikap yang di lakukan antara satu dengan yang lainya yang kemudian  dengan interaksi tersebut menghasilkan suatu pelajaran-pelajaran baru yang berupa peningkatan mereka dalam sindikatnya bahkan interaksi ini juga akan mampu untuk mereka dalam menambah anggotanya bila melakukan interaksi dengan orang yang dapat dengan mudah terpengaruh. Oleh sebab itu mereka para pelaku perampokan tersebut mampu melakukan kejahatan salah satu faktornya adalah dari apa yang mereka pelajari baik melalui komunikasi maupun interaksi dari orang tertentu yang berpengalaman di bidang perampokan tersebut.

3. Interaksi untuk belajar itu terjadi dalam kelompok yang intim Perampokan itu merupakan kelompok sindikat, yang sudah dapat di ketahui dengan pasti bahwa terdapat hubungan yang intim dari para anggotanya yang kemudian menciptakan interaksi, jika tidak ada hubungan yang intim antara mereka maka tidak akan ada interaksi dari orang yang satu dengan yang lainya. Ini di karenakan jika seseorang tidak memiliki hubungan yang intim namun tetap melakukan interaksi akan menyebabkan suatu kekacauan yang akan membahayakan dirinya sendiri baik berupa kegagalan dalam rencana karena terbongkarnya rahasia dan tertangkapnya orang tersebut, oleh karena itu sebelum memiliki hubungan yang intim maka tidak akan terjadi suatu interaksi yang mendalam.

4. Yang di pelajari termasuk teknik atau cara melakukan kejahatan, petunjuk dan arah khusus dari motif, dorongan rasionalisasi dan sikap. Dari sebuah interaksi banyak hal yang di pelajari sehingga orang mampu atau menjadi pelaku dari kejahatan, hal-hal yang di pelajari mulai dari teknik, dorongan rasionalisasi, dan sikap. Dalam kasus di atas para pelaku di sediakan perlengkapanya mulai dari senjata maupun kendaraan dan lainnya yang dapat mempermudah kinerja mereka untuk merampok ini termasuk dalam dorongan rasionalisasi yang di berikan kepada pelaku dari perampokan tersebut. otomatis dengan di sediakannya kesemuannya itu maka di berikan pula suatu pelajaran-pelajaran tentang teknik-tenik dalam hal cara merampok termasuk petunjuk dan sikap.

Dengan demikian kejahatan yang di lakukan oleh para pelaku perampok tersebut merupakan hasil pembelajaran dari apa yang telah mereka dapatkan dari kelompoknya, oleh karna itu kejahatan yang mereka lakukan mempunyai teknik dan sikap tersendiri.

5. Petunjuk atau arah khusus dari motif dan dorongan di pelajari dari defenisi-defenisi hukum yang mendukung atau tidak mendukung tingkah laku jahat.
 Karna dalam hal ini tingkah laku kejahatan yang berupa perampokan tersebut termasuk pada tidak mendukung tingkah laku jahat, baik pemerintah maupun masyarakat menentang atau menganggap bawa perampokan merupakan suatu kejahatan yang bertentangan dan tidak layak di lakukan. Dalam hal ini tingkah laku jahat dapat di redam karena semua pihak menentang perbuatan ini dan ini salah satu hal positif yang dapat mengurangkan kejahatan perampokan yang terjadi.

6. Seseorang menjadi jahat karena defenisi-defenisi yang mendukung pelanggaran hukum sangat banyak sehingga melebihi defenisi-defenisi yang tidak mendukung pelanggaran hukum.
 Dalam hal ini para pelaku perampokan tersebut di atas lebih banyak terpengaruh pada defenisi-defenisi yang mendukung pelanggaran hukum, karena mereka menganggap bahwa para penjabat ataupun petinggi negara sudah tidak memperdulikan masyarakatnya lagi maka mereka para pelaku kejahatan dari perampokan tersebut lebih terpacu untuk melakukan aksinya di tambah lagi dengan berita di televisi yang menggambarkan bahwa hukum di indonesia ini dapat di beli dengan uang karena tingkah 

 Karna dalam hal ini tingkah laku kejahatan yang berupa perampokan tersebut termasuk pada tidak mendukung tingkah laku jahat, baik pemerintah maupun masyarakat menentang atau menganggap bawa perampokan merupakan suatu kejahatan yang bertentangan dan tidak layak di lakukan. Dalam hal ini tingkah laku jahat dapat di redam karena semua pihak menentang perbuatan ini dan ini salah satu hal positif yang dapat mengurangkan kejahatan perampokan yang terjadi.

6. Seseorang menjadi jahat karena defenisi-defenisi yang mendukung pelanggaran hukum sangat banyak sehingga melebihi defenisi-defenisi yang tidak mendukung pelanggaran hukum.
 Dalam hal ini para pelaku perampokan tersebut di atas lebih banyak terpengaruh pada defenisi-defenisi yang mendukung pelanggaran hukum, karena mereka menganggap bahwa para penjabat ataupun petinggi negara sudah tidak memperdulikan masyarakatnya lagi maka mereka para pelaku kejahatan dari perampokan tersebut lebih terpacu untuk melakukan aksinya di tambah lagi dengan berita di televisi yang menggambarkan bahwa hukum di indonesia ini dapat di beli dengan uang karena tingkah dari penjabat-penjabatnya maupun orang yang memiliki harta kekayaan yang banyak  yang dapat dengan mudah meloloskan diri dari jerat hukum dan defenisi-defenisi lain yang mendukung tindak kejahatan tersebut. Sehingga aksi kejahatan perampokan itu wajar semakin sering terjadi.

7. Asosiasi yang berbeda-beda dalam hal frekuensi, durasi, perioritas dan intensitas. Prioritas dianggap sangat penting karna tingkah laku yang  berkembang di masa kanak-kanak baik atau jahat akan bertahan sepanjang hidup.
 Perioritas dalam kaitanya dengan para pelaku perampokan tersebut, para pelakunya bisa saja telah belajar dalam waktu yang cukup lama atau dari masa kanak-kanaknya sehingga para pelakunya betul-betul memahami suatu tindakan yang dia lakukan yang kemudian menjadikannya sebagai suatu profesi dalam pencarian nafkahnya, sehingga perilaku jahatnya akan sulit untuk di hilangkan dengan kata lain akan bertahan sepanjang hidup.
 Seperti yang diungkapkan oleh teori lombrosso yaitu Ocaccasial criminal atau criminaloid adalah pelaku kejahatan yang berdasarkan pada pengalaman yang terus menerus sehingga mempngaruhi pribadinya. jadi apabila tingkah laku tidak baik tersebut sudah berkembang pada diri seseorang mulai dari masa kanak-kanaknya maka tingkah laku tidak baik tersebut akan melekat dan mempengaruhi pribadinya yang kemudian menjadi susah di hilangkan.
 sehingga hal yang penting adalah memprioritaskan kepada anak-anak agar tidak berada dalam ruang lingkup yang memberikan mereka pelajaran tentang kejahatan tetapi lebih mengarahkan kepada hal-hal yang baik dan bersifat positif.
8. Proses mempelajari tingkah laku jahat melibatkan seluruh mekanisme yang di butuhkan termasuk proses mempelajari hal lain artinya tidak hanya terbatas dalam hal peniruan saja.
  Dalil ini menjelaskan bahwa dalam proses mempelajari tingkah laku jahat sang pelaku tidak hanya terbatas dalam hal peniruannya saja namun dalam hal ini sang pelaku kejahatan juga mempelajari hal lainya, dengan di dukung oleh seluruh mekanisme yang di butuhkan sehingga menciptakan para pelaku kejahatan yang semakin ahli. Hal-hal yang di pelajari dapat berupa pelajaran tentang teknik dan telemunikasi atau IT, dunia hukum agar dapat lepas dari jerat hukum dan cara berorganisasi sehingga menjadikan mereka pelaku kejahatan yang profesional. Sehingga wajar saja para pelaku perampokan akhir-akhir ini semakain marak dengan cara-cara baru yang lebih menunjukan keahlian dan kemajuan mereka dalam bidang tindak kejahatan perampokan.

9. Meskipun tingkah laku jahat merupakan ekspresi kebutuhan dan nilai-nilai umum, tingkah laku jahat tidak dapat di jelaskan oleh kebutuhan dan nilai-nilai umum karena tingkah laku tidak jahat juga merupakan ekspresi kebutuhan nilai-nilai ekspresi yang sama. Dengan kata lain untuk dapat menjadi jahat seseorang itu harus melalui proses pembelajaran.
 Hal ini berarti perampokan yang tercipta oleh para pelaku kejahatan tersebut terjadi bukan hanya berdasarkan ekspresi dari kebutuhan nilai-nilai umum namun karna adanya proses pembelajaran yang di terima oleh para pelaku kejahatan. Dalam hal perampokan ini kejahatan yang mereka lakukan bukanlah kejahatan yang terjadi secara insidental namun kejahatan yang mereka lakukan lebih kepada proses pembelajaran mereka tentang bagaimana mendapatkan hasil yang besar dengan cepat dan ringan. Tujuannya memang untuk mendapatkan uang namun mereka lebih memilih merampok karna mereka merasa ini akan jauh lebih mudah dari pada mendapatkan uang dengan cara bekerja seperti menjadi buruh, petani, nelayan dan lain sebagainya mereka menganggap proses dari pekerjaan itu sanggat susah dan menghabiskan banyak tenaga dan waktu.


Itu sebabnya mengapa kejahatan itu tidak terbatas pada pengekspresian dari kebutuhan nilai-nilai umum namun lebih kepada faktor-faktor dari luar yang mereka pelajari sama halnya dengan perbuatan kejahatan perampokan tersebut di dalam kasus di atas.




Usaha penanggulangan kejahatan yang sebaik-baiknya harus meliputi persyaratan-persyaratan sebagai berikut:

1.      Sistem dan organisasi kepolisian yang baik;
2.      Peradilan yang objektif;
3.      Hukum dan perundang-undangan yang wibawa;
4.      Koordinasi antara penegak hukum dan aparat pemerintah yang serasi;
5.      Pembinaan organisasi kemasyarakatan;
6.      Partisipasi masyarakat;

KESIMPULAN
            
 Bahwa kejahatan perampokan yang terjadi di pulo mas di daerah Jakarta timur tersebut sudah memenuhi sebagian besar dari dalil-dalil yang ada dari teori yang di kemukakan oleh sutherland sehingga kejahatan berupa perampokan bersenjata tersebut wajar dapat terjadi.
 penjelasan teori sutherland tentang kasus kejahatan tersebut di atas telah menjelaskan bagaimana seseorang tersebut dapat melakukan suatu perbuatan jahat (perampokan), bukan dari bawaan sejak lahir atau keturunan melainkan berasal dari proses belajar yang panjang baik itu teknik atau cara, dorongan dan rasionalisasi dengan interaksi berupa komunikasi dan sikap yang intim dan mendapatkan dukungan dari segala mekanisme yang di perlukan di tambah dengan defenisi-defenisi yang mendukung dari tingkah laku jahat tersebut yang kemudian dapat melahirkan suatu perbuatan jahat dengan begitu mudah bagi para pelakunya, dan yang tidak termasuk dalam teori sutherland untuk kasus di atas adalah dalil yang ke-5 karena dalam hal ini semua pihak tidak mendukung tindakan tersebut karna siapapun yang kena rampok pasti akan merasa sangat di rugikan sehingga perbuatan tersebut menjadi perbuatan yang tidak didukung oleh masyarakat.


2017年1月25日水曜日

Sejarah Jak Japan Matsuri

23:52:00
Halooo gans apakabar ?? kembali lagi bareng gon.. sediakan secangkir kopi hangat di kamar mu agar harimu menyenangkan hehe ..pada poss ini gon akan bercerita apa itu jak japan matsuri ???



Sejarah penyelenggaraan JAK-Japan Matsuri diawali pada tahun 2008 bertepatan dengan diselenggarakannya event peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang. Pada saat itu ada pemikiran bagaimana agar nyala api persahabatan yang berkobar selama ini dapat terus terjaga dengan baik. Dari niat tersebut berkumpullah warga Jepang yang mencintai Indonesia diikuti dengan munculnya simpati dari warga ibu kota Jakarta dan pemerintah DKI Jakarta, sehingga dengan berpijak pada persahabatan yang telah terbina selama 50 tahun lalu itu, lahirlah ”Jak-Japan Matsuri” yang di dalamnya terkandung harapan bahwa sekalipun zaman berubah namun kizuna, ikatan persahabatan kedua negara, akan semakin lebih luas dan kuat. Setelah penyelenggaraan JJM ke-1 pada tahun 2009 dengan temanya ”Langkah awal menuju persahabatan yang abadi”, tahun demi tahun Jak Japan Matsuri terus dirancang dengan baik dan skalanya semakin besar. JJM ke-4 tahun 2012 diselenggarakan dengan tema ”Indonesia-Jepang, Semakin Erat, Semakin Mantap” dan acara penutupan yang sekaligus merupakan puncak acara dihadiri lebih dari 30,000 pengunjung sehingga menjadi event yang besar. Pada JJM ke-5 di tahun 2013 yang bertepatan dengan tahun ke-55 sejak berdirinya hubungan diplomatik Indonesia-Jepang di tahun 1958, skala event ini bertambah besar, bahkan bintang tamu baik dari dalam maupun luar negeri juga turut berpartisipasi, menyatu dengan para pengunjung sehingga tampak sangat meriah.

Dewasa ini, beragam pertukaran di tengah masyarakat kedua negara terselenggara dengan sangat aktif. Kami berpendapat bahwa JJM ke-1 hingga JJM ke-5 pun sedikit banyak telah berkontribusi bagi eratnya persahabatan ini. Bahkan akhir-akhir ini, pop culture Jepang seperti anime, manga, cosplay pun dikenal akrab sebagai budaya baru Jepang di seluruh Indonesia termasuk Jakarta. Selain itu kuliner Jepang yang menjadi trend telah mengarahkan minat orang Indonesia kepada Jepang. Di tengah arus seperti ini, kegiatan JJM ini menjadi dikenal di antara pihak-pihak terkait perusahaan dan entertainment yang ada di Jepang sehingga mereka yang ingin memanfaatkan JJM untuk memperkenalkan sesuatu hal yang baru dari Jepang kepada masyarakat Indonesia secara perlahan menjadi bertambah. Dengan pandai memanfaatkan kesempatan ini maka JJM tidak hanya sekedar memperkenalkan budaya tradisional Jepang, namun juga dengan memperkenalkan budaya Jepang baru kepada masyarakat Indonesia dan secara khusus semua yang ada di Jakarta, maka diharapkan akan berkontribusi bagi promosi pertukaran masyarakat dan saling pengertian yang lebih lagi. Inilah yang menjadi tujuan utama penyelenggaraan JJM.

Selain itu JJM pun diselenggarakan dengan mendapat dukungan kerja sama dari pemda DKI Jakarta, dan pemda DKI Jakarta sangat berharap masyarakat Jepang pun dapat mengetahui budaya Jakarta. Kami memikirkan agar JJM menyuguhkan kesempatan sebanyak mungkin bagi orang Jepang untuk lebih bersentuhan dan lebih mengetahui budaya Jakarta. Saya berharap agar melalui hal ini masyarakat Jepang menjadi berminat terhadap budaya Indonesia, maka akan mendorong saling pengertian masyarakat kedua negara. Hal ini pun merupakan tujuan penyelenggaraan JJM.

Indonesia dan Jepang, kedua negara atau masyarakat kedua negara seolah-olah seperti 1 tim, telah bersama melakukan banyak hal. Untuk selanjutnya pun kedua negara sebagai rekan tim yang sama maju melangkah bersama-sama. Demikianlah seruan bagi seluruh masyarakat kedua negara sehingga kami menetapkan tema Jak-Japan Matsuri ke-6 tahun ini ”INDONESIA-JAPAN ONE TEAM ~ Maju Bersama Sambil Bergandeng Tangan!~”. Di bawah tema inilah, seluruh steering committee JJM akan bersemangat agar api persahabatan rakyat kedua negara berkobar semakin kuat dan untuk itu kami mohon dukungan kerja sama Anda semua.




Jak-Japan Matsuri  adalah pekan budaya Jepang di Indonesia . Tentu saja kita bisa menikmati  suasana khas festival Jepang. Akan banyak ornamen-ornamen Jepang seperti pohon sakura dan lampion. Karena JJM juga merupakan event kebudayaan, kalian bisa menikmati pertunjukan tarian atau musik khas Jepang. Jadi bisa sekaligus belajar tentang budaya Negeri Sakura tersebut.

Selain suasana dan pentas budaya, kalian tak boleh ketinggalan untuk wisata kuliner, menikmati jajanan khas yang biasa dijual saat festival di Jepang. Ada banyak pilihan, mulai dari onigiri (nasi kepal), takoyaki, sushi, yakisoba (mie goreng), yakitori (sate ayam), kakigori (es serut), dan masih banyak lagi tentunya. Asiknya, semua dijual dengan harga cukup terjangkau.


Banyak juga Booth yang menawarkan paket perjalanan berwisata ke Jepang, belajar bahasa Jepang, atau bahkan sekolah di Jepang? Ada bagian khusus berisi booth yang menawarkan promo-promo menarik untuk itu semua. Kalian bisa dengan leluasa mencari informasi tentang wisata atau program studi ke Jepang di booth tersebut.

Tak lengkap rasanya jika dalam event Jejepangan tak hadir cosplay dan itasha. Ya, kalian pasti akan melihat banyak sekali cosplayer yang tersebar di berbagai titik lokasi JJM. Atau sekumpulan mobil, motor, dan sepeda dengan stiker khas anime-nya. Kesempatan yang bagus untuk foto-foto dengan mereka.

Bakal hadir juga street performance, seperti tarian-tarian khas Jepang dan yang paling seru adalah rombongan yang membawa arak-arakan Mikoshi. Mikoshi adalah sebuah kuil kecil yang biasa dibawa oleh serombongan orang dengan cara dipanggul. Kalian tak akan mendapatkan keseruan ini selain di festival-festival Jepang, seperti JJM.
JJM juga akan menghadirkan acara di panggung utama yang biasa dimulai dari jam 10 pagi, hingga jam sembilan malam. Banyak bintang tamu yang akan mengisi acara, seperti cosplay performance, band J-Rocks dan Jakarta KEI-ON, juga idol group Ren-Ai Project dan JKT48.

Di akhir acara, kalian juga bisa menikmati peluncuran hanabi (kembang api) dan ikut menari Bon-Odori. Di Jepang, tarian dan upacara Bon Odori biasa dilakukan di musim panas untuk menghormati dan menyambut kembalinya arwah leluhur. Bon Odori sangat menyenangkan, dan lagi-lagi kalian hanya bisa mendapatkannya di festival khas Jepang seperti JJM ini. Silakan Lihat Jadwal lengkapnya disini http://jakjapanmatsuri.com/

Harga Tiket  Masuk 30.000 IDR

すsumber : imb japan

how to fix dell problem screen and beep

21:27:00

hello everybody .. good morning i am gon from indonesia ^^



That might/might not be a display problem. The best way to check is to hold down the "D" key on the keyboard while turning on the laptop. That launches just the display diagnostic. If you see colors flashing, it means there is nothing wrong with your display. For a more detailed diagnostic, hold down the "fn" key on your laptop while powering it on. That launches the full Dell Diagnostic.

You can try opening up the front-panel and re-seating the display adapter if the Display test fails.

The number of beeps and the state of CAPS/SCROLL/NUM can be used to diagnose your issue. The Dell website has detailed sections documenting what the number of beeps actually means.

Commonly, these laptops end up with memory problems so you might want to try just removing one RAM module and powering it on, and also try the same with the other RAM module.

サッカー

About Us

Lacak resi JNE di sini
Lacak resi TIKI di sini:
Lacak resi POS Indonesia:

Recent



サダコ

サダコ
Bagi yang penasaran sama cerita sadako bisa klik gambar

Tsunami Jepang